Senja selalu datang terlalu cepat bagi mereka yang belum siap berpisah.
Di halte tua itu, ia menunggu—bukan bus, tapi keputusan yang tak pernah datang. Langit memerah, seperti menyimpan sesuatu yang tak sempat diucapkan.
“Kalau kita tidak bertemu lagi?”
Ia hanya tersenyum, seolah semua jawaban sudah terlambat.
Lampu jalan mulai menyala satu per satu, sementara kota perlahan berubah menjadi ruang asing yang dipenuhi langkah-langkah tanpa tujuan.
